Sabtu, 27 April 2013

Efisiensikan Energi, 5 Perusahaan di Sumut Dibantu Jerman




Bank DEGJerman Danai TUV Nord Bantu Perusahaan Sumut

User Rating:  / 0
PoorBest 
Written by Eva Simanjuntak   
Monday, 28 November 2011 09:54
DALAM rangka membantu Pemerintah Indonesia mengurangi gas carbon dan  emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau-red) dan DEG sebagai Development Bank Germany tahun ini mendanai sebanyak 15 perusahaan Indonesia. Tujuannya, untuk mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma, tanpa dikenakan biaya.

Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Binaman Kasan mengatakan, dalam pelaksanaan proyek ini, TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German dipercaya untuk memberikan training dan mengadakan proses penyeleksian terhadap perusahaan yang akan dipilih dan diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.
"Penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan yang ada di Sumut dalam acara 'Leap Project Launching' di Hotel J.W. Mariott Jumat (11/11), yang diikuti lebih dari 40 peserta," katanya kepada Jurnal Medan, Minggu (27/11).

Mengutip perkataan Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut, hanya 3 kota yang difokuskan dalam Proyek ini untuk Indonesia, yakni Medan, Jakarta dan Surabaya.
Industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. Pembangkit tenaga listrik (Po­wer Plant), tekstil dan semen.

"Mengingat kelima sektor industri inilah dalam aktifitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas carbon,” ucapnya mengutip pernyataan Robert.
Namun, untuk mendorong perusahaan yang ada di Sumut mendapatkan kesempatan tersebut, ujar Binaman berikutnya, minggu ini pihaknya mengadakan komunikasi kembali dengan Presdir TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan juga Marketing Advisor Eva Pitterling di Jakarta, salah satu Badan Sertifikasi Internasional.
“Ternyata, mengenai usulan saya untuk memberi perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut, sudah dikonfirmasi dan disetujui pihak TUV Nord, yang mana sebelumnya sudah ditetapkan hingga akhir Nopember bulan ini. Kemudian, diinformasikan juga, 5 perusahaan dari Sumut dapat diterima, jika nantinya Application telah diterima TUV-Nord dan memenuhi persyaratan," terangnya.

Menurut penilaian Binaman, melalui bantuan hibah dari Jerman ini, tentu ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan/industri di daerah Sumut dengan mengikuti program tersebut, yakni dalam hal efisiensi/penghematan penggunaan energi, penghematan biaya pelatihan SDM (sumber daya manusia) dan biaya untuk peroleh ISO 50001(Energy Management System). Selain itu, juga dapat memberi image positif kepada perusahaan terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup, tambahnya.
 “Sementara, dilihat dari pandangan Business Development Strategy, pelaku usaha juga dapat berharap manfaatnya dari Sertifikasi Standar Internasional ini sebagai nilai tambah, yakni menunjang daya saing perusahaan untuk masuk ke jarigan pasar Internasional ataupun untuk menjalin kerja sama dalam kegiatan ekspor produk ke negara tujuan”, jelas Binaman.
Tentu, bukan hanya faktor harga saja, tetapi aspek Quality juga Safety harus sesuai dengan syarat/kriteria yang telah ditentukan dan disepakati dengan buyer negara tujuan eks­por, adalah hal yang penting.

Menurut Binaman, tahun ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan untuk Indonesia yang terkait dengan proyek isu pencemaran lingku­ngan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur.

"Saya melihat Kita sedang memasuki suatu era penggunaan energi yang ramah ling­kungan dan efisiensi energi (penghematan energi)”, ujarnya.
Eva Simanjuntak | Medan | Jurnal Medan




http://www.analisadaily.com

Selasa, 29 Nov 2011 01:34 WIB

Jerman Danai 15 Perusahaan Indonesia Ikut Program Pelatihan Efisiensi Energi



Medan, (Analisa).

Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Dipl Inform Binaman Kasan mengatakan, dalam rangka membantu Pemerintah Indonesia mengurangi gas karbon dan emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau) dan DEG sebagai Development Bank Germany tahun ini mendanai sebanyak 15 perusahaan Indonesia untuk mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma, tanpa dikenakan biaya.
Disebutkannya, dalam pelaksanaan proyek ini, TUV Nord Indonesia dipercaya untuk memberikan training dan mengadakan proses penyeleksian terhadap perusahaan yang akan dipilih dan diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.

Baru-baru ini, lanjut Binaman dalam keterangannya, penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan yang ada di Sumut dalam acara "Leap Project Launching" di Hotel J.W. Mariott Jumat (11/11), yang diikuti lebih dari 40 peserta.

Seperti yang dipaparkan Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut, hanya 3 kota yang difokuskan dalam Proyek ini untuk Indonesia, selain Medan yakni Jakarta dan Surabaya.

Robert mengatakan, industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. Pembangkit tenaga listrik (power plant), tekstil dan semen. Berhubung kelima sektor industri inilah dalam aktivitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas karbon".

Dijelaskan Binaman ada perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut. Oleh sebab itu, bagi yang berminat silakan kirimkan data perusahaan ataupun application untuk mengikuti program bantuan ini, via email ke ellys @tuv-nord.com; binaman.kasan@yahoo.com atau kunjungi Web Site tuv-nord.co.id

Menurut Binaman, tahun ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan untuk Indonesia yang terkait dengan proyek isu pencemaran lingkungan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur. Saya melihat "Kita sedang memasuki suatu Era penggunaan energi yang ramah lingkungan dan efisiensi energi (penghematan energi)", ujarnya.

Tanggapannya, bentuk inefisiensi yang paling nyata di negara kita ini adalah tingginya penggunaan BBM (bahan bakar minyak) untuk pembangkit listrik. Padahal, dengan menggunakan bahan bakar gas, tenaga air seperti PLTA Asahan/Inalum dari air terjun sigura-gura- maupun dengan batubara bisa terjadi efisiensi yang sangat signifikan.

"Syukurlah, dengan hadirnya pak Dahlan Iskan sebagai Dirut PLN saat itu dan sekarang menjabat sebagai Menteri BUMN, barulah terjadi perubahan yang sangat signifikan. Beliaulah yang perlu diberi apresiasi atas komitmen dan terobosan baru yang ditempuhnya untuk daerah ini. Sehingga, genset dan solar pun tidak menjadi rebutan dimana-mana lagi", kata Binaman.

Terakhir Binaman juga menyebutkan, di tahun 2011 ini, bantuan dari negara Jerman juga telah diberikan secara gratis dalam rangka peningkatan kualitas tenaga keperawatan di sekolah tinggi swasta di Kabupaten Deli Serdang. (rrs)
BACA JUGA
Senin, 17 Sep 2012 00:11 WIB
Minggu, 16 Sep 2012 01:54 WIB
Sabtu, 15 Sep 2012 00:02 WIB
Jumat, 14 Sep 2012 00:05 WIB
Kamis, 13 Sep 2012 19:48 WIB






Finansial Senin, 28 Nov 2011 07:46 WIB
Bank DEG dan TUV Nord Jerman Bantu Perusahaan Sumut

MedanBisnis – Medan. Untuk membantu pemerintah Indonesia mengurangi gas karbon dan  emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau) dan DEG sebagai Development Bank Germany tahun ini mendanai  15 perusahaan Indonesia untuk  mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma.
Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Dipl.-Inform. Binaman Kasan mengatakan, TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German dipercaya  memberikan training dan mengadakan proses seleksi terhadap perusahaan yang akan diikut sertakan untuk program hibah ini.
"Baru-baru ini, penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan  di Sumut dalam acara “Leap Project Launching” di Medan yang diikuti lebih dari 40 peserta," ujarnya kepada MedanBisnis, Minggu (27/11).

Menurutnya, seperti yang telah dipaparkan Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut, hanya tiga kota yang difokuskan dalam proyek ini untuk Indonesia, selain Medan yakni Jakarta dan Surabaya.

Industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi  besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. pembangkit tenaga listrik (power plant), tekstil dan semen. "Berhubung kelima sektor industri inilah dalam aktifitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas karbon," jelas Binaman.

Untuk mendorong perusahaan yang ada di Sumut mendapatkan kesempatan itu, dalam pekan depan pihaknya  mengadakan komunikasi kembali dengan Presiden Direktur TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan juga Marketing Advisor, Eva Pitterling di Jakarta, salah satu Badan Sertifikasi Internasional, a Member of TUV Nord Group German yang telah memiliki client seperti Unilever, Carrefour, Danone, Diamond Cold Storage, dan sejumlah perusahan national/multinasional lainnya.

“Ternyata, mengenai usulan saya untuk memberi perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut, sudah dikonfirmasi dan disetujui pihak TUV Nord, yang mana sebelumnya sudah ditetapkan hingga akhir Nopember bulan ini dan ada 5 perusahaan dari Sumut dapat diterima," imbuhnya. Melalui hibah dari Jerman ini ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan di daerah Sumut, yakni dalam hal  penghematan penggunaan energi, efisiensi biaya pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan biaya untuk peroleh ISO 50001 (Energy Management System).

Selain itu juga dapat memberi image positif kepada perusahaan terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup.

Sementara, dilihat dari
pandangan Business Development Strategy, pelaku usaha juga dapat berharap memperoleh nilai tambah dari   Sertifikasi Standar Internasional ini, yakni menunjang daya saing perusahaan untuk masuk ke jaringan pasar Internasional atau untuk menjalin kerja sama dalam kegiatan ekspor produk ke negara tujuan.

Sumber Energi Baru

Menurut Binaman, tahun ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan bagi Indonesia yang terkait dengan proyek isu pencemaran lingkungan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur.

 Sedangkan sumber energi baru yang murah seperti tenaga air, panas bumi (geothermal) serta tenaga surya dan tenaga angin  belum banyak tersentuh untuk digunakan sebagai  pembangkit tenaga listrik.

Padahal harga tarif listrik Indonesia sebenarnya bisa jauh lebih murah. Penggunaan energi terbarukan juga merupakan salah satu wujud untuk mensejahterakan bangsa dan kepedulian terhadap lingkungan. Dan pemerintah pun dapat menghemat subsidi BBM triliunan rupiah setiap tahunnya.

Selain itu, di tahun 2011 ini, bantuan dari negara Jerman juga telah diberikan secara gratis dalam rangka peningkatan kualitas tenaga keperawatan di sekolah tinggi swasta di kabupaten Deliserdang.

"Dengan kedatangan 2 orang  tenaga ahli/expert di bidang keperawatan dari Jerman, masing-masing selama satu bulan bertugas di sini, untuk memberi kuliah umum dan membagikan pengalaman mereka kepada mahasiwa/i  di STiekes Deli Husada, Deli Tua dan Medistra di Lubuk Pakam," pungkasnya. (yuni naibaho)



Bisnis Indonesia

Kamis, 16 Agustus 2012

Duta Besar Jerman untuk Indonesia melihat rumah Tjong A Fie.


Harian Analisa
Sabtu, 20 Juni 2009

Saatnya Nikmati Wisata Keliling Rumah Tjong A Fie

Oleh: Muhammad Arifin

Bagi anda hobi rekreasi dan traveling menikmati panorama indah dan pemandangan menyejukkan menjadi kenikmatan sendiri. Tapi, untuk liburan kali ini, tak salahnya mencoba beralih dengan petualang baru melihat warisan sejarah yang tetap utuh di Sumatera Utara khususnya di Medan.

Mungkin perjalanan yang bisa anda pilih paket city tour, atau wisata kota. Di sini Anda akan menikmati peninggalan-peninggalan sejarah yang dulu pernah mengalami era keemasan. Dari banyak tempat sejarah di Medan rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani No 105 menjadi destinasi yang rasanya wajib dikunjungi.

Data yang dilansir dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan disampaikan Kepala Dinas Drs Maju Siregar melalui Sekretaris Arjuna Sembiring S.Sos menunjukkan kunjungan wisata mancanegara ke Medan mencapai 150.000 orang pada 2008.

Angka ini cukup menggembirakan karena turis asing ternyata lebih senang melihat tempat-tempat bersejarah. Lho...bagaimana dengan kita sebagai warga Medan. Pernah kita berkunjung ke tempat-tempat sejarah? Pertanyaan itu mungkin bisa Anda jawab sendiri.

Wisata Keliling Rumah

Malam terus beranjak dan terasa dingin, tapi di kediaman Tjong A Fie Jalan Ahmad Yani Medan suasana tampak begitu hangat dan penuh kekeluargaan. Rumah ini tampak begitu ramai dibanding rumahdi sekitarnya, maklum malam itu digelar Gala Dinner, Coctail Party dan Resital Piano plus Opera Turandot dalam rangka In Memoriam Tjong A Fie: 150 Years Heritage Exhibition.

Hadir Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Baron Paul von Maltzahn, Kadis Pariwisata Sumut, Ir Hj Nurlisa Ginting MSc, Sekda Medan, Drs Dzulmi Eldin S,MSi didampingi sejumlah staf dan Senior Manager Area Garuda Indonesia wilayah Barat, Arief Wibowo.

Terus apa sih yang menarik di rumah tua tersebut. Anggie Prawira cicit Tjong A Fie anak dari Fon Prawira menjelaskan, masyarakat Medan bisa menikmati rumah tua yang kondisinya masih asri dengan asritektur yang menawan. Di sini, kata Anggie Prawira selama pameran akan ditawarkan wisata mengelilingi rumah Tjong A Fie dimana pengunjung bisa menyaksikan 250 foto aktivitas selama kehidupan Tjong A Fie.

Melihat benda-benda peninggalan dan ruangan yang sering digunakan Tjong A Fie seperti ruang makan dan dilengkapi foto suasana makan besar. “Pengunjung nantinya akan dipandu satu orang guide untuk mengelilingi rumah dan cerita sejarahnya,” katanya.

Selain itu, bagi pengunjung yang hanya ingin bersantai-santai panitia juga menyediakan fasilitas Wifi dan bazaar selama sebulan. “Setiap pengunjung yang ingin mengikuti tour keliling rumah silakan datang mulai 19 Juni-18 Agustus,” ujarnya.



                                                   Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mendengar

                                       sejarah Tjong A Fie dari Fon Prawira cucu Tjong A Fie




                   Foto dari Kiri:  Binaman Kasan, Duta Besar Jerman Paul Baron von Maltzahn
                                      dan Kadis Kebudayaan Nurlisa Ginting.
 
Menarik
Keunikan rumah Tjong A Fie memang tidak ada duanya, turis asing saja rasanya tidak puas jika ke Medan tak mengunjungi rumah Tjong A Fie. Paling tidak itulah yang dirasakan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Baron Paul von Maltzahn, dia datang ke Medan hanya ingin melihat perkembangan rumah Tjong A Fie. Sebelum dipugar dia juga pernah menginjak rumah tokoh multikulturalisme.

Dia mengaku, sangat tertarik dengan peninggalan-peninggalan sejarah. Untuk itu, dia minta agar pemerintah dan pengelola rumah Tjong A Fie memperhatikan kondisi rumah khususnya atap. “Atapnya harus diperhatikan karena apabila atap rusak dan roboh semua tidak ada artinya.


Selain itu keramiknya agar tahan hendaknya dilapisi karpet,”usulnya ketika berbincang-bincang dengan Kadis Kebudayaa dan Pariwisata Sumut, Ir Hj Nurlisa Ginting MSc, aktivis alumni Jerman Binaman Kasan Dipl Inform. 

Baginya Kota Medan merupakan kota yang cantik dan satu-satunya memiliki rumah paling tua di Indonesia dan berharap tetap dibuka untuk umum,” katanya.

Sedangkan Binaman Kasan aktivis alumni Jerman mengharapkan dari kegiatan ini kedua budaya dan tradisi masyarakat akan lebih dieratkan. Dan kunjungan Dubes Jerman dapat menjembatani eratnya kegiatan pertukaran seni dan budaya, kerjasama dalam bidang teknologi dan pendidikan serta memperkenalkan kepada wisatawan Jerman bahwa Sumut sebagai daerah yang memiliki tempat-tempat bersejarah pantas dikunjungi. “Mudah-mudahan dapat terbentuk Forum Komunikasi Indonesia Jerman sebagai wadah untuk mempererat dan saling membagi informasi antara warga Kota Medan dengan masyarakat Jerman,” kata Binaman Kasan.

Sementara Sekda Medan Drs Dzulmi Eldin S, MSi mengatakan sejarah Kota Medan tidak terlepas dari sosok Tjong A Fie. Menurutnya banyak kontribusi yang diberikan Tjong A Fie terhadap Kota Medan seperti membantu Masjid Raya Al Mashun, Masjid Bengkok, Kereta Api Deli, Balaikota Lama, Gereja di Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, Kuil Buddha China di Brayan dan lainnya.

Untuk itu, Pemko Medan tetap memberikan perhatian dengan memasukkan Tjong A Fie sebagai destinasi tujuan wisata dalam brosur-brosur pariwisata Medan serta bantuan lain. “Sumbangan kepada Yayasan Tjong A Fie bisa dilihat direkening,”ucapnya dengan senyum sumringah. Yuuk...saatnya kita nikmati wisata daerah sendiri!


Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ)

Forum Kommunikation Deutschland Indonesien

Sumber: http://www.analisadaily.com
Photo : http://www.artgazine.com




FKIJ Siap Jembatani Indonesia Belajar dari Jerman




PT Pelindo I (Persero)


FKIJ Siap Jembatani Indonesia Belajar dari Jerman
18 Juli 2011 Medan.

MedanBisnis – 
Indonesia harus banyak belajar dari negara lain termasuk Jerman mengenai bidang transportasi khususnya maritim atau pelabuhan. Sebab negara tersebut memiliki kompetensi dan teknologi tinggi yang telah dikenal dunia. Untuk itu, Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) siap menjembataninya.

Hal ini dikatakan Direktur Umum dan Personalia PT Pelindo I Belawan, Pasoroan Herman Harianja didampingi Asisten Corporate Secretary hubungan antar Lembaga dan Internasional, M Eriansyah saat menerima kunjungan Ketua Umum FKIJ Dipl.-Inform Binaman Kasan bersama  Wakil Ketua Bidang Industri dan Teknologi, Dipl.-Ing Darius Tamizi, di ruang kerjanya akhir pekan lalu. “Sekitar 80% hingga 90% kapal pengangkutan dibuat di Jerman. Untuk itu kita harus belajar dari Jerman pada bidang transportasi,” ujarnya kepada Medan Bisnis.

Menurutnya, banyak ilmu yang harus dipelajari dari Jerman khususnya pada teknologi dan inovasi. Apalagi kota pelabuhan dan galangan kapal negara Jerman sangat dikenal dunia seperti Hamburg, Bremen dan Papenburg. “Berhubung tugas dan pendidikan maritim saya di Jerman, jadi cukup familiar dengan daerah-daerah yang ada di Jerman, terutama kota-kota pelabuhan yang ada di Jerman,” akunya.

Saat ini, ungkapnya, sudah ada beberapa sarana dan prasarana yang tersedia dan dikelola Pelindo berupa dermaga, alat bongkar muat dan gudang penampungan barang muatan ataupun container.

Jadi, dengan adanya FKIJ, dikatakan Herman, sangat penting dalam menjalin hubungan baik antara daerah Sumut dengan Jerman serta ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa Indonesia. FKIJ dapat melakukan kegiatan yang dapat memberi kontribusi dan mendorong meningkatkan ekspor dari daerah Sumut ke Eropa melalui Jerman sebagai pintu masuknya.

Demikian juga FKIJ dapat memberi kontribusi dalam aspek sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan dalam bidang budaya yang dapat membentuk karakter bangsa serta mendukung agar demokrasi daerah ini dapat berjalan dengan baik. “Ada beberapa faktor sebagai parameter yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam berbagai hal, termasuk di dunia usaha yakni informasi, akses dan network,” jelasnya.

Herman juga mengharapkan, dalam struktur organisasi FKIJ harus memiliki orang-orang yang berdedikasi tinggi, mau berkontribusi untuk forum ini dan juga didukung oleh seluruh stakeholder-nya, sehingga dalam menjalankan visi dan misi FKIJ dapat terwujud secara maksimal.

Ketua Umum FKIJ, Binaman Kasan, menyatakan, visi dan misi FKIJ adalah mewujudkan kerja sama yang baik, komunikasi efektif serta melakukan aktivitas bilateral yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumut dengan pihak Jerman. “Kita juga aktif berperan sebagai mediator profesional dan kompeten dalam menjembatani kerja sama bagi pengembangan investasi dan perdagangan yang saling menguntungkan,” jelasnya.

FKIJ juga, lanjutnya, membuka diri bagi warga Sumut ataupun pengusaha yang berminat bergabung dengan FKIJ.

Pada kesempatan ini Binaman Kasan dan Darius Tamizi menyerahkan dokumen visi dan misi FKIJ, sebaliknya Direktur Umum Pelindo I Belawan P Herman Harianja memberikan cenderamata berupa souvenir kepada pengurus FKIJ. (yuni naibaho)
(Visited 36 times, 1 visits today)

Jumat, 10 Agustus 2012

Bank DEG Jerman Danai TUV Nord Bantu Perusahaan Sumut




SUMUT  POS
Monday, 05 December 2011
Efisiensikan Energi, 5 Perusahaan di Sumut Dibantu Jerman

MEDAN- Guna mengefisiensikan energi, lima perusahaan di Sumut berpeluang mendapatkan bantuan secara gratis dari Jerman melalui Grup Banking KFW (Kredit fuer Wiederaufbau) dan Development Bank Germany (DEG). Bersamaan itu, ada 10 perusahaan lainnya yang berasal dari Jakarta dan Surabaya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia-Jerman (FKIJ) Dipl.-Inform. Binaman Kasan, akhir pekan kemarin.  Menurut dia, untuk program di Indonesia proyek ini dilaksanakan oleh TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German, yang dipercaya memberikan training dan mengadakan proses penyeleksian terhadap perusahaan yang diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.
Dia menyebutkan, bantuan tersebut khusus untuk perusahaan di Sumut yang bergerak di lima bidang yakni industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit, pembangkit tenaga listrik (Power Plant), tekstil dan semen.  Alasan ke lima bidang itu dipilih karena bidang tersebut terbanyak beraktifitas mencemari dan mengeluarkan emisi gas karbon.


Untuk memperjuangkan agar lima perusahaan di Sumut bisa mendapatkannya, Binaman menyampaikan baru-baru ini pihaknya mengadakan komunikasi kembali dengan Presdir TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan Marketing Advisor Mrs  Eva Pitterling di Jakarta.

Lembaga itu merupakan satu badan Sertifikasi Internasional (a Member of TUV Nord Group German),  yang telah memiliki klien seperti Unilever, Carrefour, Danone, Diamond Cold Storage, dan sejumlah perusahan national/multinasional lainnya.  “Ternyata pendaftaran untuk pelatihan gratis itu awalnya berakhir pada November, kini sudah diperpanjang hingga 10 Desember 2011. Sehingga masih memberikan peluang besar bagi perusahaan yang ada di Sumut,” ucapnya.
Bagi perusahaan yang berminat, dia menyebutkan ada 5 perusahaan dari Sumut yang berpeluang diterima. Tapi, sistemnya perusahaan harus mendaftarkan dan mengirimkan berkas persyaratan ke TUV-Nord Indonesia email ellys@tuv-nord.com , binaman.kasan@yahoo.com atau kunjungi website tuv-nord.co.id.


Binaman menerangkan melalui bantuan hibah yang dikemas dalam bentuk pelatihan gratis dari Jerman, ada manfaat yang dapat perusahaan di Sumut yakni dalam hal efisiensi penggunaan energi , penghematan biaya pelatihan sumber daya manusia (SDM)  dan biaya memperoleh ISO 50001(Energy Management System). Selain itu, dapat memberi image positif kepada perusahaan terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup.

 “Dari sisi Business Development Strategy, pelaku usaha akan mudah bersaing di pasar internasional karena sudah memiliki Sertifikasi Standar Internasional,  Dia menyebutkan, pada 2011 ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan untuk Indonesiayang terkait dengan proyek isu pencemaran lingkungan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur serta kesehatan di STIKES Deli Husada, Deli Tua dan Medistra di Lubuk Pakam.

Lebih lanjut, dia merinci tentang bentuk infiesiensi yang paling nyata di negara ini adalah tingginya penggunaan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik. Padahal, dengan menggunakan bahan bakar gas, tenaga air -seperti PLTA Asahan/Inalum dari air terjun Sigura-gura- maupun dengan batubara bisa terjadi efisiensi yang sangat signifikan. 
 Hal penting yang perlu diingat kembali, saat terjadinya pemadaman listrik bergilir di Sumut.
Syukurlah, dengan hadirnya pak Dahlan Iskan sebagai Dirut PLN saat itu dan sekarang menjabat Menteri BUMN, barulah terjadi perubahan yang sangat signifikan. Beliaulah yang perlu diberi apresiasi atas komitmen dan terobosan baru yang ditempuhnya untuk daerah ini. Sehingga, genset dan solar tidak menjadi rebutan di mana-mana lagi,” sebutnya.  (ril)






http://www.jurnalmedan.co.id
Bank DEGJerman Danai TUV Nord Bantu Perusahaan Sumut





User Rating:  / 0
PoorBest 

Written by Eva Simanjuntak   
Monday, 28 November 2011 09:54
DALAM rangka membantu Pemerintah Indonesia mengurangi gas carbon dan  emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau-red) dan DEG sebagai Development Bank Germany tahun ini mendanai sebanyak 15 perusahaan Indonesia. Tujuannya, untuk mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma, tanpa dikenakan biaya.
Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Binaman Kasan mengatakan, dalam pelaksanaan proyek ini, TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German dipercaya untuk memberikan training dan mengadakan proses penyeleksian terhadap perusahaan yang akan dipilih dan diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.
"Penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan yang ada di Sumut dalam acara 'Leap Project Launching' di Hotel J.W. Mariott Jumat (11/11), yang diikuti lebih dari 40 peserta," katanya kepada Jurnal Medan, Minggu (27/11).
Mengutip perkataan Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut, hanya 3 kota yang difokuskan dalam Proyek ini untuk Indonesia, yakni Medan, Jakarta dan Surabaya.
Industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. Pembangkit tenaga listrik (Po­wer Plant), tekstil dan semen. "Mengingat kelima sektor industri inilah dalam aktifitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas carbon,” ucapnya mengutip pernyataan Robert.

Namun, untuk mendorong perusahaan yang ada di Sumut mendapatkan kesempatan tersebut, ujar Binaman berikutnya, minggu ini pihaknya mengadakan komunikasi kembali dengan Presdir TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan juga Marketing Advisor Eva Pitterling di Jakarta, salah satu Badan Sertifikasi Internasional.
“Ternyata, mengenai usulan saya untuk memberi perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut, sudah dikonfirmasi dan disetujui pihak TUV Nord, yang mana sebelumnya sudah ditetapkan hingga akhir Nopember bulan ini. Kemudian, diinformasikan juga, 5 perusahaan dari Sumut dapat diterima, jika nantinya Application telah diterima TUV-Nord dan memenuhi persyaratan," terangnya.
Menurut penilaian Binaman, melalui bantuan hibah dari Jerman ini, tentu ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan/industri di daerah Sumut dengan mengikuti program tersebut, yakni dalam hal efisiensi/penghematan penggunaan energi, penghematan biaya pelatihan SDM (sumber daya manusia) dan biaya untuk peroleh ISO 50001(Energy Management System). Selain itu, juga dapat memberi image positif kepada perusahaan terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup, tambahnya.
 “Sementara, dilihat dari pandangan Business Development Strategy, pelaku usaha juga dapat berharap manfaatnya dari Sertifikasi Standar Internasional ini sebagai nilai tambah, yakni menunjang daya saing perusahaan untuk masuk ke jarigan pasar Internasional ataupun untuk menjalin kerja sama dalam kegiatan ekspor produk ke negara tujuan”, jelas Binaman.
Tentu, bukan hanya faktor harga saja, tetapi aspek Quality juga Safety harus sesuai dengan syarat/kriteria yang telah ditentukan dan disepakati dengan buyer negara tujuan eks­por, adalah hal yang penting.

Menurut Binaman, tahun ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan untuk Indonesia yang terkait dengan proyek isu pencemaran lingku­ngan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur.

"Saya melihat Kita sedang memasuki suatu era penggunaan energi yang ramah ling­kungan dan efisiensi energi (penghematan energi)”, ujarnya.
Eva Simanjuntak | Medan | Jurnal Medan






http://www.analisadaily.com
Selasa, 29 Nov 2011 01:34 WIB

Jerman Danai 15 Perusahaan Indonesia Ikut Program Pelatihan Efisiensi Energi

 

 

   Medan, (Analisa).
Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Dipl Inform Binaman Kasan mengatakan, dalam rangka membantu Pemerintah Indonesia mengurangi gas karbon dan emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau) dan DEG sebagai Development Bank Germany tahun ini mendanai sebanyak 15 perusahaan Indonesia untuk mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma, tanpa dikenakan biaya.
Disebutkannya, dalam pelaksanaan proyek ini, TUV Nord Indonesia dipercaya untuk memberikan training dan mengadakan proses penyeleksian terhadap perusahaan yang akan dipilih dan diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.

Baru-baru ini, lanjut Binaman dalam keterangannya, penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan yang ada di Sumut dalam acara "Leap Project Launching" di Hotel J.W. Mariott Jumat (11/11), yang diikuti lebih dari 40 peserta.

Seperti yang dipaparkan Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut, hanya 3 kota yang difokuskan dalam Proyek ini untuk Indonesia, selain Medan yakni Jakarta dan Surabaya.

Robert mengatakan, industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. Pembangkit tenaga listrik (power plant), tekstil dan semen. Berhubung kelima sektor industri inilah dalam aktivitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas karbon".

Dijelaskan Binaman ada perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut. Oleh sebab itu, bagi yang berminat silakan kirimkan data perusahaan ataupun application untuk mengikuti program bantuan ini, via email ke ellys @tuv-nord.com; binaman.kasan@yahoo.com atau kunjungi Web Site tuv-nord.co.id

Menurut Binaman, tahun ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan untuk Indonesia yang terkait dengan proyek isu pencemaran lingkungan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur. Saya melihat "Kita sedang memasuki suatu Era penggunaan energi yang ramah lingkungan dan efisiensi energi (penghematan energi)", ujarnya.

Tanggapannya, bentuk inefisiensi yang paling nyata di negara kita ini adalah tingginya penggunaan BBM (bahan bakar minyak) untuk pembangkit listrik. Padahal, dengan menggunakan bahan bakar gas, tenaga air seperti PLTA Asahan/Inalum dari air terjun sigura-gura- maupun dengan batubara bisa terjadi efisiensi yang sangat signifikan.

"Syukurlah, dengan hadirnya pak Dahlan Iskan sebagai Dirut PLN saat itu dan sekarang menjabat sebagai Menteri BUMN, barulah terjadi perubahan yang sangat signifikan. Beliaulah yang perlu diberi apresiasi atas komitmen dan terobosan baru yang ditempuhnya untuk daerah ini. Sehingga, genset dan solar pun tidak menjadi rebutan dimana-mana lagi", kata Binaman.

Terakhir Binaman juga menyebutkan, di tahun 2011 ini, bantuan dari negara Jerman juga telah diberikan secara gratis dalam rangka peningkatan kualitas tenaga keperawatan di sekolah tinggi swasta di Kabupaten Deli Serdang. (rrs)
BACA JUGA
Senin, 17 Sep 2012 00:11 WIB
LCL Tingkatkan Ekonomi Indonesia dan Jerman
Minggu, 16 Sep 2012 01:54 WIB
Dortmund Bungkam Leverkusen 3-0
Sabtu, 15 Sep 2012 00:02 WIB
Pemerintah Perlu Fasilitasi Pembiayaan Proyek Energi Terbarukan
Jumat, 14 Sep 2012 00:05 WIB
Wall Street Menguat karena Jerman Setujui Dana Penyelamatan
Kamis, 13 Sep 2012 19:48 WIB
Dukungan pemerintah kunci peningkatan produksi energi bersih










http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/11/28/
Finansial Senin, 28 Nov 2011 07:46 WIB
Bank DEG dan TUV Nord Jerman Bantu Perusahaan Sumut
MedanBisnis – Medan. Untuk membantu pemerintah Indonesia mengurangi gas karbon dan  emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau) dan DEG sebagai Development Bank Germany tahun ini mendanai  15 perusahaan Indonesia untuk  mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma.
Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Dipl.-Inform. Binaman Kasan mengatakan, TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German dipercaya  memberikan training dan mengadakan proses seleksi terhadap perusahaan yang akan diikut sertakan untuk program hibah ini.
"Baru-baru ini, penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan  di Sumut dalam acara “Leap Project Launching” di Medan yang diikuti lebih dari 40 peserta," ujarnya kepada MedanBisnis, Minggu (27/11).

Menurutnya, seperti yang telah dipaparkan Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut, hanya tiga kota yang difokuskan dalam proyek ini untuk Indonesia, selain Medan yakni Jakarta dan Surabaya.

Industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi  besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. pembangkit tenaga listrik (power plant), tekstil dan semen. "Berhubung kelima sektor industri inilah dalam aktifitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas karbon," jelas Binaman.

Untuk mendorong perusahaan yang ada di Sumut mendapatkan kesempatan itu, dalam pekan depan pihaknya  mengadakan komunikasi kembali dengan Presiden Direktur TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan juga Marketing Advisor, Eva Pitterling di Jakarta, salah satu Badan Sertifikasi Internasional, a Member of TUV Nord Group German yang telah memiliki client seperti Unilever, Carrefour, Danone, Diamond Cold Storage, dan sejumlah perusahan national/multinasional lainnya.

“Ternyata, mengenai usulan saya untuk memberi perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut, sudah dikonfirmasi dan disetujui pihak TUV Nord, yang mana sebelumnya sudah ditetapkan hingga akhir Nopember bulan ini dan ada 5 perusahaan dari Sumut dapat diterima," imbuhnya. Melalui hibah dari Jerman ini ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan di daerah Sumut, yakni dalam hal  penghematan penggunaan energi, efisiensi biaya pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan biaya untuk peroleh ISO 50001 (Energy Management System).

Selain itu juga dapat memberi image positif kepada perusahaan terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup.

Sementara, dilihat dari
pandangan Business Development Strategy, pelaku usaha juga dapat berharap memperoleh nilai tambah dari   Sertifikasi Standar Internasional ini, yakni menunjang daya saing perusahaan untuk masuk ke jaringan pasar Internasional atau untuk menjalin kerja sama dalam kegiatan ekspor produk ke negara tujuan.

Sumber Energi BaruMenurut Binaman, tahun ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan bagi Indonesia yang terkait dengan proyek isu pencemaran lingkungan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur.

 Sedangkan sumber energi baru yang murah seperti tenaga air, panas bumi (geothermal) serta tenaga surya dan tenaga angin  belum banyak tersentuh untuk digunakan sebagai  pembangkit tenaga listrik.

Padahal harga tarif listrik Indonesia sebenarnya bisa jauh lebih murah. Penggunaan energi terbarukan juga merupakan salah satu wujud untuk mensejahterakan bangsa dan kepedulian terhadap lingkungan. Dan pemerintah pun dapat menghemat subsidi BBM triliunan rupiah setiap tahunnya.

Selain itu, di tahun 2011 ini, bantuan dari negara Jerman juga telah diberikan secara gratis dalam rangka peningkatan kualitas tenaga keperawatan di sekolah tinggi swasta di kabupaten Deliserdang.

"Dengan kedatangan 2 orang  tenaga ahli/expert di bidang keperawatan dari Jerman, masing-masing selama satu bulan bertugas di sini, untuk memberi kuliah umum dan membagikan pengalaman mereka kepada mahasiwa/i  di STiekes Deli Husada, Deli Tua dan Medistra di Lubuk Pakam," pungkasnya. (yuni naibaho)







www.bisnis-sumatra.com
Bisnis Indonesia
2011 December | Indonesian business news from Sumatra

Bank DEG dan TUV Nord Jerman Bantu Perusahaan Sumut

Oleh Master Sihotang on Dec 1st, 2011
Share onFacebookTwitter

MEDAN: Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ)  Binaman Kasan mengatakan untuk membantu Pemerintah Indonesia mengurangi gas carbon dan emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau) dan DEG sebagai Development Bank Germany mendanai sebanyak 15 perusahaan Indonesia mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma.
Disebutkannya, dalam pelaksanaan proyek ini, TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German dipercaya untuk memberikan training dan mengadakan seleksi terhadap perusahaan yang akan dipilih dan diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.
Binaman mengatakan, penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan yang ada di Sumut dalam acara “Leap Project Launching” di Hotel J.W. Mariott  beberapa waktu lalu, yang diikuti lebih dari 40 peserta.
Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut memaparkan, hanya tiga kota yang difokuskan dalam proyek ini untuk Indonesia yaitu Medan, Jakarta dan Surabaya. “Industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. Pembangkit tenaga listrik (Power Plant), tekstil dan semen. Berhubung kelima sektor industri inilah dalam aktifitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas carbon.”
Binaman menambahkan,  untuk mendorong perusahaan yang ada di Sumut mendapatkan kesempatan tersebut, dia mengadakan komunikasi kembali dengan Presdir TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan juga Marketing Advisor Mrs. Eva Pitterling di Jakarta, salah satu Badan Sertifikasi Internasional, a Member of TUV Nord Group Jerman yang telah memiliki clien seperti Unilever, Carrefour, Danone, Diamond Cold Storage, dan sejumlah perusahan national/multinasional lainya.
“Ternyata, mengenai usulan saya untuk memberi perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut, sudah dikonfirmasi dan disetujui pihak TUV Nord, yang mana sebelumnya sudah ditetapkan hingga akhir November bulan ini. Kemudian, diinformasikan juga, 5 perusahaan dari Sumut dapat diterima, jika nantinya Application telah diterima TUV-Nord dan memenuhi persyaratan.
Oleh sebab itu, bagi yang berminat silakan kirimkan data perusahaan ataupun Application anda untuk mengikuti program bantuan ini, via email ke <ellys@tuv-nord.com>; atau kunjungi Web Site <tuv-nord.co.id>”, imbau Ketua FKIJ Binaman Kasan. (msi)


http://www.hariansumutpos.com  /search/binaman+kasan
Search Results for: Binaman Kasan
Arsip Harian Sumut Pos
Sisa Surat Suara Harus Digunting
Posted on 19 June, 2010 by ipoel
MEDAN-Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Binaman Kasan, Dipl. Inform. mengatakan, transparansi Pemilihan Kepala Daerah merupakan langkah minimalisir kecurangan dan sengketa hasil Pilkada.
Ia mengatakan, melihat kondisi Pemilihan Umum yang lalu di Sumut, merasa prihatin dan sangat menyayangkan, semisal rendahnya tingkat partisipasi Pemilih (tingginya angka Golput), banyaknya surat suara yang dicoblos tetapi tidak sah, bahkan banyak warga yang tidak menerima surat undangan memilih serta keluhan tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang belum maksimal dilakukan.
Sehingga kisruh akibat kecurigaan perhitungan/perolehan suara dan berbagai pelanggaran sampai pada kecuranganpun tak terhindari. “Dampaknya tentu bisa membawa suasana yang tidak kondusif dan menimbulkan kericuhan serta dapat melemahkan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Binaman menjelaskan, ada langkah solusi pemecahan agar Pilkada di hari-hari mendatang dapat berjalan lebih transparan, jujur dan demokratis, di antaranya teknis pelaksanaan Pemilu harus diawasi secara ketat, benar-benar transparan dan faktor-faktor yang dapat menimbulkan kecurangan–manipulasi dan penggelembungan surat suara-dapat diantisipasi dan dihindari.
Berhubung kerawanan yang sering terjadi pada saat pencatatan dan penyerahan hasil laporan pemungutan suara di TPS, lanjutnya, setelah perhitungan suara dilakukan. Maka yang perlu mendapat perhatian khusus adalah, meminimalisir indikasi kecurangan yang dapat terjadi, mulai dari proses pelaksanaan pemungutan hingga perhitungan suara. Adapun langkah-langkah untuk minimalisir indikasi kecurangan yang disarankan Binaman.
Pertama, hasil perhitungan suara (lampiran formulir C1) yang berisikan catatan perolehan suara ke seluruh pasangan calon yang sudah dicoblos oleh pemilih yang hadir di TPS -baik surat suara yang sah dan sebagian yang tidak sah-, harus berupa salinan cetakan berlipat ganda (salinan tembus) dengan rangkapan sebanyak pasangan Calon yang bertarung.
“Rangkapan salinan perolehan suara di TPS ini akan segera diberikan ke masing-masing saksi pasangan calon yang hadir, ditambah lagi beberapa rangkapan  untuk Panwaslu, Panitia Pemilihan Kecamatan, khususnya KPUD serta  menempelkan 1 (satu) rangkap di kantor KPUD. Baik format, isi dan kwalitas salinan formulir yang telah ditanda tangani Ketua KPPS harus sama (berupa gandaan/salinan tembus) untuk masing-masing pihak penerima,” tambahnya.
Kedua, sisa surat suara ataupun surat suara yang tidak dicoblos oleh pemilih yang terdaftar DPT segera dihitung jumlahnya, lalu dicatat, diumumkan lalu ditanda tanggani oleh Ketua KPPS. “Kemudian di depan hadirin dan saksi, lembaran sisa surat suara Golput tersebut harus segera  digunting atau dipotong supaya cacat kegunaannya. Jalannya proses ini disaksikan oleh seluruh hadirin di TPS, yakni anggota KPPS, panitia pengawas lapangan, saksi-saksi dari pasangan calon, petugas dan relawan yang ada di TPS. (sih)
Disinilah sebagai langkah pembuktian, bahwa pertanda cacat pada sisa suara yang ada, tidak dapat digunakan lagi. Sehingga menutup berbagai kemungkinan secara dini, hal-hal yang dapat dimanipulasi ataupun terjadinya penggelembungan suara,” tukasnya.

Yang terpenting, adanya pertanda lembaran surat suara golput terpotong dan gugurnya keabsahan surat suara, jelas dilihat publik dan berapa jumlahnya juga diumumkan.Dengan mekanisme seperti ini, akan jelas perhitungan suara yang telah dicoblos –yang diperoleh masing-masing peserta pasangan calon-ditambah dengan jumlah suara golput yang cacat, merupakan jumlah surat suara DPT yang didistribusikan ke TPS tersebut.  Sedangkan lembaran suara yang telah dicacatkan,  tetap tersedia sebagai barang bukti, jika diperlukan sebelum selesai secara keseluruhan perhitungan akhir melalui rapat pleno di KPUD.
Sebagai contoh di perbankan, jika nasabah telah membuat pernyataan menggugurkan diri, maka kartu Kredit/ATM bersangkutan akan segera digunting ataupun dipotong supaya cacat, ini merupakan bukti sah tidak dapat digunakan lagi.
Ketiga, peserta pemilih yang hadir  ikut memilih/mencoblos harus membubuhkan tanda tangan dan sidik jari jempol di formulir atau salinan DPT, tepat pada barisan yang telah tertera nama, tempat tinggal dan tanggal lahir yang bersangkutan. Dengan membubuhkan tanda tangan dan sidik jari, yakni ibu jari atau jempol, maka inilah merupakan identitas diri pemilih dan bukti sah kebenarannya.
Dengan Sistim Informasi, proses penemuan indentifikasi seseorang dapat diketahui secara akurat. Cara ini untuk melunakkan/mengurangi niat buruk berbuat kecurangan, terutama menggunakan hak pilih orang lain ataupun pemilih ganda. Selain itu, sidik jari jempol merupakan bukti autentik dan berkekuatan hukum. Hingga saat ini, teknis pelaksanaan pemungutan suara yang diadakan KPU berupa penandaan tinta pada jari kecil/kelingking tanpa adanya data-data pemilih. Sehingga penandaan tinta pada jari kecil ini, hanya dimaksudkan untuk menunjukkan peserta telah memilih.
FKIJ menyarankan, agar saksi-saksi peserta pasangan calon, Panwaslu dan seluruh relawan serta media pers yang hadir di setiap TPS mengfokuskan diri pada hari H tersebut untuk memantau jalannya proses hasil perhitungan suara. Sehingga selisih rekapitusai suara dapat teratasi. (sih)








Pemimpin BI Medan Sambut Baik Malam Budaya Jerman Oktoberfest ke-200


Medan, (Analisa)

Pemimpin Bank Indonesia, Koordinator Sumut dan Aceh Gatot Sugiono S didampingi Kabid Moneter dan Ekonomi BI Maurids H. Damanik menerima kunjungan Panitia Pelaksana malam budaya Oktoberfest di ruang kerjanya baru-baru ini. Oktoberfest yang ke-200 tahun ini akan diadakan di Tiara Hotel Medan Sabtu, 2 Oktober 2010 oleh  Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ).

Demikian disampaikan Ketua FKIJ Binaman Kasan didampingi Ketua Panitia Oktoberfest Murni  beserta Founder FKIJ lainya Dewan Penasehat, Jongkers Tampubolon   yang juga Rektor Nommensen,  Sekjend Marasi Sibarani dan Sekretaris Netty Sofyan.

Ketua Umum FKIJ Binaman menyampaikan, forum ini akan menjembatani hubungan ekonomi di sektor perdagangan dan investasi. Selain itu juga kebudayaan dan pendidikan serta kerja sama antara pihak Jerman dengan Sumut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan di wilayah Sumut. “Kita akan pererat hubugan tersebut dan bisa mendatangkan Investor dari Jerman,”  papar Binaman.

Gatot selaku Regional Director BI yang juga sebagi Dewan  Penasehat FKIJ mengimbau, agar pengurus FKIJ dapat menjalin Komunikasi dengan beberapa perbankan Jerman yang ada di Jakarta seperti KFW (Kredit fuer Wiederaufbau) yang merupakan Bank Kredit untuk Pembangunan dan Rehabilitasi.

“Potensi daerah Sumut cukup besar dan produk unggulan kita hendaknya mendapat perhatian dari pengusaha Jerman, dengan mendatangkan investor dan teknologi yang mereka miliki, maka bukan hanya produk hulu saja yang selama ini banyak kita ekspor, tetapi harus mencapai industri hilir yang nilainya jauh lebih berharga,” katanya.

Selain itu, kerjasama ini mampu membuka lapangan kerja baru di daerah Sumut. “BI juga akan mendukung mengenai pendanaan dalam bentuk joint venture dengan pengusaha lokal. Sedangkan di Sumut juga ada dua bank yang berasal dari daerah ini sendiri, yakni Bank Sumut dan Bank Mestika, “ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Oktoberfest Murni mengatakan, para wisatawan dari berbagai negara dan pengunjung warga Jerman datang berbondong-bondong untuk menghadiri pesta akbar yang sangat terkenal itu  dimulai 18 September hingga 4 Oktober ini. “Kebetulan di tahun 2010 ini merupakan ulang tahun Oktoberfest  yang ke-200,” tandasnya.

Silaturahmi ke Analisa

Selain itu, pengurus FKIJ juga bersilaturahmi dengan Pemred Harian Analisa H. Soffyan yang juga sebagai Dewan Penasehat FKIJ.  Dalam silaturahmi itu, Binaman menjelaskan adapun misi FKIJ suatu wadah untuk menghimpun simpatisan Jerman, juga warga Jerman, Austria dan Swiss serta lulusan perguruan tinggi Jerman. “Tidak hanya itu, anggota Dewan FKIJ kita banyak juga berasal dari Praktisi di berbagai bidang, pengusaha serta instansi pemerintahan yang ada di Sumut,” katanya.

Disebutkannya, Oktoberfest yang ke-200 Tahun ini sekaligus merupakan kelanjutan dari Oktoberfest di tahun 2008 yang pernah diadakan di Jalan Setia Budi Ujung. Hadir pada kesempatan itu pihak Kedutaan Besar Jerman dan beberapa Konsul Kehormatan dan perwakilan negara sahabat di Medan, anggota DPRD Sumut Palar Nainggolan, Sopar Siburian serta pengusaha dan simpatisan Jerman. Juga dihadiri banyak warga asing yang berdomisili di Medan dan daerah sekitarnya.

Sejumlah kegiatan akan digelar antara lain, tarian dan musik diisi Prodi Unimed Siti Kudriyah dan Surya Hutagalung serta mahasiswa Universitas Koeln Stefan Kuhn dari Jerman,. Pagelarkan atraksi seni dan budaya serta sajian berbagai makanan khas Jerman juga akan disajikan berdampingan dengan makanan dari hotel.

Kemudian Parade mobil Volkswagen, mobil rakyat jerman produk tahunan 1961 keatas  juga akan ikut serta meramaikan festival Oktoberfest kali ini, yang akan dikoordinasi oleh Budi Irawan ketua VOF (Volkswagen Owner Family). Dealer resmi Volkswagen Medan juga akan menyertai acara pertunjukan ini.

Panitia Oktoberfest Binaman Kasan, Murni, Netty  Sofyan , Marasi Sibarani, Nunung Paulowitz, Indra Fajar, Julinda, Darius Tamizi, Iriani Hutahuruk dan jajarannya  mengharapkan partisipasi keikutsertaan masyarakat Sumut dan khususnya warga Kota Medan meramaikan festival Oktoberfest yang ke-200 tahun ini.” Tidak perlu jauh-jauhlah ke Munich Bavaria, di Medan juga, kita bisa rayakan Festival Oktoberfest,” ucap Sibarani sambil tertawa bersama. (rel/maf)



Infrastruktur Senin, 18 Jul 2011 06:55 WIB
FKIJ Siap Jembatani Indonesia Belajar dari Jerman
MedanBisnis – Medan. Indonesia harus banyak belajar dari negara lain termasuk Jerman mengenai bidang transportasi khususnya maritim atau pelabuhan. Sebab negara tersebut memiliki kompetensi dan teknologi tinggi yang telah dikenal dunia. Untuk itu, Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) siap menjembataninya.
Hal ini dikatakan Direktur Umum dan Personalia PT Pelindo I Belawan, Pasoroan Herman Harianja didampingi Asisten Corporate Secretary hubungan antar Lembaga dan Internasional, M Eriansyah saat menerima kunjungan Ketua Umum FKIJ Dipl-Inform Binaman Kasan bersama  Wakil Ketua Bidang Industri dan Teknologi, Dipl-Ing Darius Tamizi, di ruang kerjanya akhir pekan lalu. "Sekitar 80% hingga 90% kapal pengangkutan dibuat di Jerman. Untuk itu kita harus belajar dari Jerman pada bidang transportasi," ujarnya kepada MedanBisnis.

Menurutnya, banyak ilmu yang harus dipelajari dari Jerman khususnya pada teknologi dan inovasi. Apalagi kota pelabuhan dan galangan kapal negara Jerman sangat dikenal dunia seperti Hamburg, Bremen dan Papenburg. "Berhubung tugas dan pendidikan maritim saya di Jerman, jadi cukup familiar dengan daerah-daerah yang ada di Jerman, terutama kota-kota pelabuhan yang ada di Jerman," akunya.

Saat ini, ungkapnya, sudah ada beberapa sarana dan prasarana yang tersedia dan dikelola Pelindo berupa dermaga, alat bongkar muat dan gudang penampungan barang muatan ataupun container.

Jadi, dengan adanya FKIJ, dikatakan Herman, sangat penting dalam menjalin hubungan baik antara daerah Sumut dengan Jerman serta ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa Indonesia. FKIJ dapat melakukan kegiatan yang dapat memberi kontribusi dan mendorong meningkatkan ekspor dari daerah Sumut ke Eropa melalui Jerman sebagai pintu masuknya.

Demikian juga FKIJ dapat memberi kontribusi dalam aspek sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan dalam bidang budaya yang dapat membentuk karakter bangsa serta mendukung agar demokrasi daerah ini dapat berjalan dengan baik. "Ada beberapa faktor sebagai parameter yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam berbagai hal, termasuk di dunia usaha yakni informasi, akses dan network," jelasnya.

Herman juga mengharapkan, dalam struktur organisasi FKIJ harus memiliki orang-orang yang berdedikasi tinggi, mau berkontribusi untuk forum ini dan juga didukung oleh seluruh stakeholder-nya, sehingga dalam menjalankan visi dan misi FKIJ dapat terwujud secara maksimal.

Ketua Umum FKIJ, Binaman Kasan, menyatakan, visi dan misi FKIJ adalah mewujudkan kerja sama yang baik, komunikasi efektif serta melakukan aktivitas bilateral yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumut dengan pihak Jerman. "Kita juga aktif berperan sebagai mediator profesional dan kompeten dalam menjembatani kerja sama bagi pengembangan investasi dan perdagangan yang saling menguntungkan," jelasnya.

FKIJ juga, lanjutnya, membuka diri bagi warga Sumut ataupun pengusaha yang berminat bergabung dengan FKIJ.

Pada kesempatan ini Binaman Kasan dan Darius Tamizi menyerahkan dokumen visi dan misi FKIJ, sebaliknya Direktur Umum Pelindo I Belawan P Herman Harianja memberikan cenderamata berupa souvenir kepada pengurus FKIJ. (yuni naibaho)



PEMERINTAH KOTA MEDAN
BERITA PEMKO MEDAN

Jum'at, 2010-10-08 07:48:00 Wib
AJANG PENYATU WARGA ASING DAN LOKAL

Pesta Oktoberfest yang setiap tahun diadakan di Theresienwiese,Munchen, Jerman digelar di Medan oleh Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ), baru-baru ini.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 400 undangan yang terdiri dari simpatisan Jerman, dari instansi pemerintahan serta konsul kehormatan negara sahabat,seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Belanda dan Polandia. Mereka bersama-sama memeriahkan acara Oktoberfest yang ke-200 ini. Ketua Umum FKIJ Binaman Kasan menyebutkan bahwa kegiatan oktoberfest merupakan ajang silaturahmi antara warga asing yang ada di Sumut dengan warga Kota Medan. FKIJ didirikan pada awal 2010 dan merupakan wadah untuk menghimpun simpatisan Jerman,Warga Jerman,Austria,Swiss serta lulusan perguruan tinggi Jerman.FKIJ bukan hanya untuk para alumni Jerman, tetapi terbuka bagi simpatisan dan pengusaha yang berhubungan dengan Jerman.

Tidak hanya itu,Dewan Penasehat FKIJ banyak berasal dari praktisi di berbagai bidang,mulai dari akademisi, pengusaha, perbankan serta instansi pemerintahan yang ada di Sumut. “FKIJ akan mewujudkan kerjasama yang lebih baik antara Jerman dengan Indonesia khususnya daerah Sumut.Juga meningkatkan hubungan yang lebih erat dan intensif antara Jerman dengan Sumut di bidang ekonomi,perdagangan, budaya,pendidikan,pariwisata dan media massa,”jelas Binaman. Terbukti dengan hadirnya dua Restaurant German Food di Medan tahun ini, pertukaran mahasiswa Universitas Jerman dengan Unimed serta dosen senior dari Jerman yang memberikan kuliah di Universitas Nommensen.

Informasi yang didapat dari Kepala Bidang (Kabid) Konsular Kedubes Jerman di Jakarta menyebutkan ada sekitar 1.000-1.200 visa yang dikeluarkan untuk berkunjung ke Jerman. Hal ini membuktikan hubungan yang cukup baik antarkedua Negara. Oktoberfest adalah festival terkenal di dunia, suatu pesta budaya rakyat Jerman yang telah dimulai sejak1820 di Bavaria Munich, Jerman. Kegiatan ini berlangsung dari 18 September-3 Oktober setiap tahun. Acara ini berhasil menarik perhatian pengunjung serta enam juta wisatawan sekaligus mendatangkan devisa negara dan mengangkat perekonomian warga di Bavaria.

Anggota DPD, MPR-RI asal Sumut yang juga sebagai Dewan Penasehat FKIJ Parlindungan Purba memberikan apresiasi atas terbentuknya FKIJ dan suksesnya acara Oktoberfest di Medan.“Acara ini sepertinya sangat relevan dengan Pesta Danau Toba yang akan digelar akhir bulan ini”ungkap Parlindungan.

Home / News Pemko Medan / Details

 


Bank DEGJerman Danai TUV Nord Bantu Perusahaan Sumut

User Rating:  / 0
PoorBest 
Written by Eva Simanjuntak   
Monday, 28 November 2011 09:54
DALAM rangka membantu Pemerintah Indonesia mengurangi gas carbon dan  emisi gas rumah kaca, Jerman melalui Group Banking KfW (Kredit fuer Wiederaufbau-red) dan DEG sebagai Development Bank Germany tahun ini mendanai sebanyak 15 perusahaan Indonesia. Tujuannya, untuk mengikuti program pelatihan efisiensi energi secara cuma-cuma, tanpa dikenakan biaya.

Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia Jerman (FKIJ) Binaman Kasan mengatakan, dalam pelaksanaan proyek ini, TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German dipercaya untuk memberikan training dan mengadakan proses penyeleksian terhadap perusahaan yang akan dipilih dan diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.
"Penawaran serta penjelasan telah diberikan kepada sejumlah perusahaan yang ada di Sumut dalam acara 'Leap Project Launching' di Hotel J.W. Mariott Jumat (11/11), yang diikuti lebih dari 40 peserta," katanya kepada Jurnal Medan, Minggu (27/11).

Mengutip perkataan Presiden Direktur PT TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dalam acara tersebut, hanya 3 kota yang difokuskan dalam Proyek ini untuk Indonesia, yakni Medan, Jakarta dan Surabaya.
Industri atau bidang usaha yang telah ditetapkan dalam proyek bantuan ini meliputi industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit. Pembangkit tenaga listrik (Po­wer Plant), tekstil dan semen.

"Mengingat kelima sektor industri inilah dalam aktifitasnya terbanyak melakukan pencemaran, mengeluarkan emisi gas carbon,” ucapnya mengutip pernyataan Robert.
Namun, untuk mendorong perusahaan yang ada di Sumut mendapatkan kesempatan tersebut, ujar Binaman berikutnya, minggu ini pihaknya mengadakan komunikasi kembali dengan Presdir TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan juga Marketing Advisor Eva Pitterling di Jakarta, salah satu Badan Sertifikasi Internasional.
“Ternyata, mengenai usulan saya untuk memberi perpanjangan waktu pendaftaran hingga 10 Desember 2011 mendatang bagi perusahaan yang ada di Sumut, sudah dikonfirmasi dan disetujui pihak TUV Nord, yang mana sebelumnya sudah ditetapkan hingga akhir Nopember bulan ini. Kemudian, diinformasikan juga, 5 perusahaan dari Sumut dapat diterima, jika nantinya Application telah diterima TUV-Nord dan memenuhi persyaratan," terangnya.

Menurut penilaian Binaman, melalui bantuan hibah dari Jerman ini, tentu ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan/industri di daerah Sumut dengan mengikuti program tersebut, yakni dalam hal efisiensi/penghematan penggunaan energi, penghematan biaya pelatihan SDM (sumber daya manusia) dan biaya untuk peroleh ISO 50001(Energy Management System). Selain itu, juga dapat memberi image positif kepada perusahaan terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup, tambahnya.
 “Sementara, dilihat dari pandangan Business Development Strategy, pelaku usaha juga dapat berharap manfaatnya dari Sertifikasi Standar Internasional ini sebagai nilai tambah, yakni menunjang daya saing perusahaan untuk masuk ke jarigan pasar Internasional ataupun untuk menjalin kerja sama dalam kegiatan ekspor produk ke negara tujuan”, jelas Binaman.
Tentu, bukan hanya faktor harga saja, tetapi aspek Quality juga Safety harus sesuai dengan syarat/kriteria yang telah ditentukan dan disepakati dengan buyer negara tujuan eks­por, adalah hal yang penting.

Menurut Binaman, tahun ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan untuk Indonesia yang terkait dengan proyek isu pencemaran lingku­ngan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur.

"Saya melihat Kita sedang memasuki suatu era penggunaan energi yang ramah ling­kungan dan efisiensi energi (penghematan energi)”, ujarnya.
Eva Simanjuntak | Medan | Jurnal Medan